Logo Bloomberg Technoz

Memasuki Usia Emas, Saatnya Kendalikan Risiko Jantung Koroner


Ilustrasi pengecekan jantung. (Envato/ DC_Studio)
Ilustrasi pengecekan jantung. (Envato/ DC_Studio)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki masa pensiun, tubuh sering memberikan sinyal kecil seperti mudah lelah, napas pendek, hingga munculnya rasa tidak nyaman di dada. Banyak orang menganggap hal tersebut sebagai konsekuensi alami dari penuaan. Padahal, gejala itu bisa menjadi tanda awal penyakit jantung koroner yang tidak boleh disepelekan.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang bertugas mengalirkan oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau sumbatan akibat penumpukan lemak maupun kolesterol. Kondisi ini menghambat pasokan oksigen ke jantung sehingga menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari Nyeri Dada hingga serangan jantung.

Sayangnya, keluhan sering muncul tiba-tiba tanpa disadari. Nyeri dada biasanya terasa seperti ditekan atau terbakar dan dapat menjalar ke lengan, rahang, leher, hingga punggung. Gejala lain yang juga patut diwaspadai mencakup sesak napas, keringat dingin, rasa mual, dan pusing.

Berbagai faktor risiko dapat memicu kondisi ini, antara lain kebiasaan merokok, hipertensi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, stres berkepanjangan, hingga faktor keturunan.

Menurut dr. Amir Aziz Alkatiri, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Jantung Intervensi Mayapada Hospital Kuningan, langkah pencegahan penyakit jantung koroner sebenarnya cukup sederhana dan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya melakukan pencegahan sejak dini serta menganjurkan masyarakat untuk rutin memeriksakan kondisi jantung secara menyeluruh.

"Pencegahan penyakit jantung koroner sangat penting dilakukan sejak dini. Masyarakat perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jantung secara menyeluruh,” jelasnya.

Memasuki masa pensiun, penting untuk menjaga kesehatan jantung agar kualitas hidup tetap terjaga. Lakukan pemeriksaan jantung secara rutin dan manfaatkan layanan Chest Pain Unit Mayapada Hospital sebagai langkah deteksi dini. Unit ini menyediakan evaluasi cepat dan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan tanda vital, EKG, hingga konsultasi dengan dokter. Menariknya, layanan ini diberikan gratis bagi pasien dengan keluhan nyeri dada apabila hasil evaluasi awal tidak menunjukkan indikasi gangguan jantung. Jika ditemukan adanya risiko penyakit jantung, pasien akan segera mendapat rujukan ke dokter spesialis atau subspesialis untuk penanganan lebih lanjut sesuai standar medis.

Chest Pain Unit terintegrasi dengan layanan unggulan Cardiovascular Center Mayapada Hospital, yang mampu menangani berbagai kasus jantung secara komprehensif dan berstandar internasional. Layanan mencakup pencegahan, deteksi dini, diagnosis, intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi, dengan dukungan dokter multidisiplin berpengalaman serta teknologi modern.

Apabila terjadi serangan jantung mendadak, pasien dapat segera menghubungi layanan 24 jam Cardiac Emergency 150990, yang dikenal memiliki tindakan Primary PCI dengan protokol Door to Balloon kurang dari 90 menit. Layanan darurat ini juga bisa diakses melalui fitur Emergency Call di aplikasi MyCare.

Selain layanan darurat, aplikasi MyCare memungkinkan pasien melakukan booking konsultasi dan skrining jantung kapan pun dan di mana pun. Aplikasi ini juga menyediakan fitur Health Articles & Tips berisi informasi kesehatan jantung, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau jumlah langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Unduh aplikasi MyCare sekarang dan nikmati poin reward yang dapat ditukarkan dengan potongan harga untuk berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital.