Ajaib Dorong Literasi Keuangan dan Pencegahan Investasi Ilegal

Bloomberg Technoz, Jakarta - Maraknya penipuan investasi ilegal di berbagai daerah di Indonesia mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah bersama Ajaib Sekuritas, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menggelar sosialisasi edukasi keuangan dan investasi di Palu.
Langkah ini menjadi yang pertama di Sulawesi Tengah yang menggabungkan edukasi investasi legal dengan pembekalan teknis agar aparat penegak hukum mampu mengenali, mencegah, dan menindak modus penipuan sejak dini.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menegaskan bahwa pemahaman aparat menjadi kunci untuk memutus rantai penipuan. Ia menyampaikan bahwa investasi ilegal tidak mengenal batas karena korbannya bisa berasal dari semua lapisan masyarakat, mulai dari mereka yang minim pengetahuan hingga kalangan teredukasi dengan profesi mapan.
“Investasi ilegal tidak mengenal batas. Korbannya bisa berasal dari semua lapisan masyarakat—mulai dari mereka yang minim pengetahuan hingga kalangan teredukasi dengan profesi mapan. Inilah yang membuat pencegahan menjadi sebuah keharusan, bukan pilihan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “OJK bersama Satgas PASTI, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Ajaib berkomitmen membekali aparat penegak hukum di Sulawesi Tengah dengan pemahaman yang benar tentang investasi legal dan aman. Kami percaya, langkah nyata ini tidak hanya melindungi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi model nasional dalam memutus mata rantai praktik investasi ilegal di seluruh Indonesia.”
Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Ajaib Protect, sebuah program perlindungan menyeluruh bagi investor. Ia menjelaskan bahwa program ini mengintegrasikan teknologi, edukasi, dan layanan untuk menjaga keamanan pengguna dalam berinvestasi.
“Sosialisasi ini merupakan bagian dari Ajaib Protect, program perlindungan menyeluruh yang mengintegrasikan teknologi, edukasi, dan layanan untuk menjaga keamanan pengguna dalam berinvestasi. Dengan teknologi yang Aman, edukasi yang Pintar, dan dukungan penuh Care, kami ingin membangun ekosistem investasi paling aman di Indonesia,” katanya.
Bursa Efek Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga. Putri Irnawati, Kepala Wilayah Sulawesi Tengah KP BEI Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait pengelolaan keuangan dan instrumen investasi yang legal, salah satunya melalui pasar modal Indonesia. Ia menambahkan bahwa peserta kegiatan dapat memanfaatkan instrumen investasi tersebut sekaligus berpartisipasi dalam peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Sulawesi Tengah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait pengelolaan keuangan dan instrumen investasi yang legal salah satunya melalui pasar modal Indonesia, dimana peserta kegiatan bisa memanfaatkan instrumen investasi tersebut serta turut berpartisipasi dalam peningkatan literasi dan inklusi pasar modal di Sulawesi Tengah,” ujar Putri Irnawati.
Sementara itu, perwakilan Polda Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya pendekatan preventif dalam penegakan hukum. Ia menyampaikan bahwa penindakan terhadap kasus investasi ilegal tidak cukup dilakukan setelah kerugian terjadi, sebab pencegahan menjadi kunci dan membutuhkan pengetahuan. Melalui sosialisasi tersebut, aparat di lapangan diharapkan dapat lebih mengenali modus penipuan keuangan.
“Penegakan hukum terhadap kasus investasi ilegal tidak cukup hanya dengan penindakan setelah kerugian terjadi. Pencegahan adalah kunci, dan pencegahan membutuhkan pengetahuan. Melalui sosialisasi ini aparat di lapangan akan lebih mengenali modus penipuan keuangan, memahami perbedaan antara investasi legal dan ilegal, serta mengambil langkah cepat untuk melindungi warga,” ungkapnya.
Juliana menambahkan bahwa kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan nasional. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi bersama OJK, BEI, dan Polda merupakan langkah awal yang diharapkan bisa direplikasi di seluruh daerah, sehingga masyarakat di mana pun berada dapat berinvestasi dengan rasa aman, percaya diri, serta terlindungi dari ancaman penipuan.
“Sosialisasi bersama OJK, BEI, dan Polda ini adalah langkah awal yang kami harap dapat direplikasi di seluruh daerah, sehingga masyarakat Indonesia—di mana pun mereka berada—dapat berinvestasi dengan rasa aman, percaya diri, dan terlindungi dari ancaman penipuan. Sulawesi Tengah hanyalah titik mula dari komitmen jangka panjang kami untuk memastikan keamanan finansial menjadi standar, bukan pengecualian,” tutupnya.

































