Kasus di Sukabumi memicu perhatian publik setelah ditemukan cacing keluar dari tubuh pasien anak berinisial R. Kemenkes menegaskan penyebab utamanya erat kaitannya dengan kebiasaan buang air besar sembarangan, tidak mencuci tangan, hingga bermain di tanah tanpa alas kaki.
Untuk mengantisipasi meluasnya kasus, Puskesmas Kabandungan bersama Dinas Kesehatan Sukabumi telah menggelar sejumlah langkah, mulai dari Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak bergizi kurang, pembagian obat pencegahan massal Albendazol, hingga penyelidikan epidemiologi guna menekan risiko berulang.
Pemerintah pusat sendiri sudah menyalurkan obat cacing gratis dua kali setahun bagi anak usia 1–12 tahun, biasanya bersamaan dengan distribusi vitamin di posyandu maupun program UKS di sekolah.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk disiplin menjaga kebersihan—mulai dari mencuci tangan di lima waktu penting, menggunakan jamban sehat, hingga memastikan makanan dimasak matang. “Jika muncul gejala cacingan, segera periksa ke puskesmas. Obat tersedia gratis,” tegas Aji.
Kasus Sukabumi menunjukkan, di tengah perhatian publik yang lebih banyak tersedot isu stunting dan gizi buruk, persoalan klasik seperti cacingan masih mengintai anak-anak di daerah dengan infrastruktur sanitasi terbatas.
(fik/spt)






























