Baru-baru ini, peneliti China memperkenalkan GEAIR, robot pengembangbiakan bertenaga AI pertama di dunia, yang mampu melakukan penjelajahan otonom dan penyerbukan silang untuk memangkas biaya, memperpendek siklus, dan meningkatkan efisiensi.
Replikasi Seluruh Proses Persalinan
Visi dari robot pengganti kehamilan ini dipresentasikan pada Konferensi Robot Dunia 2025 di Beijing oleh Zhang Qifeng, pendiri Kaiwa Technology dan berafiliasi dengan Universitas Teknologi Nanyang, menurut ECNS.
Qifeng menuturkan bahwa robot ini bukan sekadar inkubator, melainkan humanoid seukuran manusia yang dilengkapi rahim buatan di dalam perutnya, yang mampu mereplikasi seluruh proses, mulai dari pembuahan hingga persalinan.
Inovasi inti terletak pada teknologi rahim buatan, di mana janin berkembang dalam cairan ketuban buatan dan menerima nutrisi melalui selang, meniru kehamilan alami. Qifeng mengeklaim bahwa teknologi ini sudah matang di laboratorium dan kini perlu diintegrasikan ke dalam bentuk humanoid untuk memungkinkan interaksi manusia-robot yang nyata selama kehamilan, menurut laporan Oddity Central.
Qifeng memperkirakan prototipe robot kehamilannya akan siap dalam setahun, dengan harga di bawah US$13.900 atau sekitar Rp226 juta.
Chosun Biz melaporkan, mengenai pertimbangan etika dan hukum, dia mengatakan diskusi telah dilakukan dengan pihak berwenang di Provinsi Guangdong dan proposal terkait sudah diajukan sebagai bagian dari kebijakan serta pertimbangan legislatif yang sedang berlangsung.
(far/wep)





























