Logo Bloomberg Technoz

Investasi EV China ke Luar Negeri Lebih Besar Ketimbang Domestik

News
19 August 2025 13:10

Pengunjung mengamati mobil Chery J6 Plus yang dipamerkan dalam ajang GJAW 2024 di ICE BSD, Jumat (22/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung mengamati mobil Chery J6 Plus yang dipamerkan dalam ajang GJAW 2024 di ICE BSD, Jumat (22/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Linda Lew- Bloomberg News

Bloomberg, Perusahaan China di industri kendaraan listrik menanamkan investasi lebih besar di luar negeri dibandingkan di dalam negeri pada tahun 2024, meskipun proyek asing menghadapi biaya lebih tinggi, keterlambatan, serta risiko yang lebih besar.

Menurut laporan lembaga riset Rhodium Group yang dirilis Senin, (18/8/2025) perusahaan dalam rantai pasok industri EV menggelontorkan sekitar US$16 miliar (Rp259,36 triliun dengan asumsi US$1 setara dengan Rp16.210) untuk investasi luar negeri tahun lalu yang sebagian besar untuk produksi baterai.


Angka ini sedikit lebih tinggi ketimbang yang dikeluarkan untuk investasi di dalam negeri sebesar US$15 miliar (Rp243,15 triliun). Angka ini disebut sebagai “pergeseran historis” setelah bertahun-tahun sekitar 80% investasi diarahkan ke pasar domestik.

Dorongan ekspansi global ini dipicu oleh kelebihan kapasitas dan perang harga berkepanjangan di pasar domestik yang menekan margin di seluruh rantai pasok. Perusahaan juga berupaya menghindari tarif tinggi di Eropa dan AS dengan membangun fasilitas produksi di sana, sekaligus merespons tekanan dari pelanggan asing yang menginginkan pasokan lebih lokal.