Bunga Surat Utang RI Melesat Kala Rupiah Jadi Terlemah di Asia
Redaksi
19 August 2025 12:04

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga surat utang negara cenderung tertekan pada perdagangan pertama pekan ini, ditandai dengan lonjakan tingkat imbal hasil alias yield, ketika Dewan Gubernur Bank Indonesia memulai pertemuan dua hari untuk menentukan kebijakan suku bunga acuan BI rate.
Tekanan yang dialami oleh surat utang di pasar domestik berlangsung ketika rupiah keluar sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia, tergilas kebangkitan lagi pamor dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.
Mengacu data Bloomberg, Selasa (19/8/2025), tingkat imbal hasil SUN di banyak tenor, bergerak naik yang mengindikasikan tekanan jual membesar hingga menurunkan harga obligasi pemerintah itu.
Yield SUN 1Y misalnya, naik 2,1 basis poin (bps), bersama tenor 5Y yang naik 2,3 bps. Sementara tenor 10Y, yield-nya naik 2,6 bps kini di level 6,418%. Begitu juga tenor 15Y serta 20Y yang masing-masing mencatat kenaikan yield 2,6 bps dan 1,9 bps, kini di 6,803% dan 6,852%.
Namun, tidak semua tenor terkikis harganya. Sebagian kecil SUN mencatat kenaikan harga terbatas, ditandai dengan penurunan yield. Tenor 2Y yang cukup sensitif terhadap arah kebijakan suku bunga acuan ke depan, tengah hari ini terkikis tipis imbal hasilnya 0,8 bps kini di 5,606%.































