RAPBN 2026
Subsidi LPG 3 Kg 2026 Dipatok Rp80,3 T, Konsumsi Diramal Naik 5%
Azura Yumna Ramadani Purnama
15 August 2025 19:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah mematok subsidi LPG 3 Kg dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 senilai Rp80,3 triliun, naik dari outlook tahun ini senilai Rp68,7 triliun.
Bagaimanapun, ekonom memprediksi anggaran subsidi gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) bersubsidi pada 2026 berisiko membengkak di kisaran Rp85—Rp95 triliun. Proyeksi itu didorong oleh potensi kenaikan kuota subsidi dan pertumbuhan konsumsi LPG 3 Kg yang diproyeksi capai 2%—5%.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan angka anggaran subsidi LPG 3 Kg dihitung berdasarkan kuota yang dipatok pemerintah pada rentang 8,31—8,76 juta metrik ton (mt), naik dari kuota tahun ini sebesar 8,17 juta mt.
Dia memperkirakan subsidi LPG 3 Kg mencapai Rp34.000—Rp37.000 per tabung, berdasarkan selisih harga jual sebesar Rp16.000—Rp19.000 dengan nilai keekonomian seharga Rp50.000—Rp53.000.
“Bahkan jika dihitung penuh, totalnya bisa mencapai Rp94—108 triliun. Namun, pemerintah menargetkan angka lebih rendah dengan asumsi efisiensi distribusi,” kata Yusuf ketika dihubungi, Jumat (15/8/2025).






























