Logo Bloomberg Technoz

Tersengat Pelemahan Rupiah, IHSG Balik Arah ke Zona Merah

Muhammad Julian Fadli
15 August 2025 14:10

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I Jumat (15/8/2025) berbalik arah jadi melemah 0,06% ke posisi 7.926,45 kehilangan 4,79 poin, usai rupiah melemah di level Rp16.164/US$, setelah sempat menyentuh level terendah di Rp16.190/US$ siang hari ini.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar (Big Caps) juga menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan Sesi I. Saham–saham infrastruktur, saham perindustrian, dan saham barang baku mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah 1,77%, 0,78% dan 0,65%.

Penutupan IHSG Sesi I pada Jumat 15 Agustus 2025 (Bloomberg)

Pada perdagangan Sesi I siang hari IHSG berbalik arah hingga terus melemah, rentang perdagangan terjadi 8.017,06 sampai dengan terlemahnya 7.898. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp23,65 triliun dari sejumlah 33,19 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 1,19 uta kali.


Tercatat ada pelemahan 378 saham, dan sebanyak-banyaknya 230 saham terjadi penguatan. Sedangkan terdapat 189 saham stagnan.

Berikut adalah saham–saham infrastruktur yang jadi sebab balik arahnya IHSG, saham PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) melemah 9,56%, dan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) drop 4,96%,