Ekonomi Malaysia Q2-2025 Melambat ke 4,4%, Hadapi Dampak Tarif AS
News
15 August 2025 15:10

Anisah Shukry dan Kok Leong Chan - Bloomberg News
Bloomberg, Pertumbuhan ekonomi Malaysia pada kuartal II 2025 meleset dari target resmi pemerintah. Namun, bank sentral menegaskan perekonomian negeri jiran itu cukup kuat untuk menghadapi dampak tarif Amerika Serikat (AS).
Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4,4% pada April–Juni dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini sedikit di bawah estimasi awal 4,5% dan proyeksi median survei Bloomberg, namun sama dengan laju pertumbuhan kuartal I. Secara kuartalan, ekonomi Malaysia naik 2,1%, menurut Bank Negara Malaysia (BNM) dan Departemen Statistik, Jumat (15/8).
Malaysia kini bersiap menghadapi gejolak perdagangan akibat kebijakan tarif global Presiden AS Donald Trump. Bulan lalu, BNM memangkas proyeksi pertumbuhan 2025 menjadi 4%–4,8% dari perkiraan sebelumnya 4,5%–5,5%. Sementara itu, Kementerian Keuangan memproyeksikan pertumbuhan 2026 akan melambat seiring lemahnya permintaan global.
“Perlu saya tegaskan, perekonomian kita tetap berada di jalur yang kuat,” kata Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour dalam konferensi pers di Kuala Lumpur. Ia menambahkan, pemangkasan suku bunga acuan baru-baru ini akan memberi “dorongan tambahan” bagi pertumbuhan.
































