Serakahnomics, lanjut Prabowo, menyebabkan distorsi luar biasa. Keserakahan sejumlah pihak menyebabkan intervensi negara menjadi tumpul, menjadi tidak berdampak kepada rakyat.
“Subsidi pupuk, alat pertanian, kita subsidi beras. Namun harga pangan tidak terjangkau bagi sebagian rakyat. Keanehan ini bisa terjadi karena ada distorsi dalam sistem ekonomi,” tutur Prabowo.
Indonesia, tambah Prabowo, telah memiliki pedoman dalam menjalankan roda ekonomi yaitu Pasal 33 UUD 1945. Kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Apakah beras itu penting bagi negara? Apakah penggilingan padi itu penting? Sementara tidak semua, ada yang pengusaha yang memanfaatkan untuk mendominasi dan memanipulasi kehidupan rakyat. Ini tidak bisa kita terima,” ucap Prabowo.
Negara, menurut Prabowo, tidak akan gentar. Pemerintah akan selalu berpihak kepada rakyat dan menindak tegas dunia usaha yang merugikan.
“Saya pastikan perusahaan siapapun yang berani memanipulasi, kami akan proses hukum. Berdasarkan wewenang Presiden, kami akan sita yang bisa kami sita, akan selamatkan rakyat, membela kepentingan rakyat. Jangan pernah menganggap yang besar dan kaya bisa bersikap seenaknya,” katanya.
(aji)


























