Dia juga berharap IMIP dapat dijadikan percontohan oleh pihak lain, sebab kawasan industri tersebut mengintegrasikan proyek hilirisasi mineral, industri manufaktur, dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
“Kita ingin memastikan bahwa pengembangan kawasan industri ini tidak hanya memperkuat daya saing nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Faisol.
Dalam keterangan pers yang sama, Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar menyatakan kerja sama IMIP dengan Kemenperin telah terjalin sangat baik khususnya dalam mendorong peningkatan investasi.
Dia berharap kunjungan tersebut dapat semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Dukungan pemerintah menjadi modal penting bagi IMIP untuk terus bertumbuh di tengah tantangan global,” ujarnya, dalam siaran pers yang sama.
Untuk diketahui, Head of Media Relations PT IMIP Dedy Kurniawan menerangkan perseroan telah membuat laporan kepolisian usai peristiwa penjarahan dan mendapatkan informasi bahwa setidaknya terdapat 3 terduga pelaku yang diamankan.
Akan tetapi, Dedy enggan mengungkap motif penjarahan yang dilakukan oleh tiga terduga pelaku. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan pihak kepolisian untuk menjelaskan.
Dia juga membantah aksi penjarahan tersebut memberikan sentimen buruk bagi investor hilirisasi nikel.
“Perusahaan juga akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan aparat TNI/Polri terkait dengan bantuan pengamanan di kawasan. Sampai saat ini, sentimen yang dikhawatirkan itu insyallah belum ada,” kata Dedy ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Selasa (12/8/2025).
Dedy mengklaim IMIP akan menjaga kenyamanan berinvestasi di kawasannya, dia menyatakan telah bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk warga dan pemerintah desa untuk menjaga keamanan berinvestasi di kawasan IMIP.
Adapun, peristiwa penjarahan tersebut terjadi pada Kamis (8/8/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.
Dedy menjelaskan sejumlah massa melakukan penjarahan terhadap kontainer penyimpanan barang dan workshop milik perusahaan kontraktor konstruksi di kawasan IMIP.
Sejumlah aset seperti kabel tembaga sepanjang 1.000 meter, kompresor, pendingin udara, genset dan peralatan milik kontraktor lainnya dicuri orang tidak dikenal tersebut. IMIP mengeklaim kerugian mencapai miliaran rupiah.
Seluruh barang butki itu, lanjut Dedy, hingga saat ini masih dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian.
Dengan begitu, sejumlah barang tersebut telah dikategorikan sebagai kerugian perusahaan dan belum dapat dipastikan keutuhan kondisinya.
(azr/wdh)




























