Aksi Demonstrasi Anti-Pemerintah di Serbia Berujung Ricuh
News
14 August 2025 08:10

Misha Savic - Bloomberg News
Bloomberg, Aksi demonstrasi anti-pemerintah yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Serbia kembali memanas dan berujung bentrok, ketika pendukung Presiden Aleksandar Vucic terlibat adu fisik dengan kelompok oposisi di tiga kota terbesar negara Balkan itu.
Bentrokan terjadi di ibu kota Beograd, kota Novi Sad di utara, dan Nis di selatan. Kedua kubu saling melempar suar, batu, petasan, dan botol, sementara polisi kesulitan memisahkan mereka. Aksi protes yang telah berlangsung selama sembilan bulan ini menjadi tantangan terbesar bagi kepemimpinan Vucic selama lebih dari satu dekade, di tengah meningkatnya tekanan agar ia menggelar pemilu kilat.
Setidaknya 16 polisi terluka, dua di antaranya dalam kondisi serius, serta lebih dari 120 pendukung partai berkuasa, kata Vucic kepada wartawan di Beograd. Ia menuduh kelompok oposisi menyerang kantor Partai Progresif yang ia pimpin dan berjanji pihak berwenang akan menindak “mereka yang mencoba memicu perang saudara” dalam apa yang ia sebut sebagai “serangan yang terorganisasi dengan baik.”
Stasiun televisi menayangkan rekaman yang memperlihatkan pendukung presiden menyalakan kembang api untuk menghalau pengunjuk rasa, yang kemudian memicu baku tembak hingga bentrokan memanas pada Rabu (13/8) malam.






























