Menghitung Beban Industri Tambang Akibat Mandatori Biodiesel B40
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 August 2025 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pelaku industri pertambangan Tanah Air mengeluhkan tambahan biaya produksi yang dikeluarkan akibat kebijakan mandatori biodiesel B40.
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Tambang Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli mengatakan tambahan beban ongkos bahan bakar itu harus dipikul ketika harga komoditas minerba mengalami tekanan.
“Kalau harga komoditas masih bagus, tentu masih ada keuntungan yang diperoleh. Namun, bila harga komoditasnya turun ke level terendah tentu saja penambang akan mengalami kerugian,” kata Rizal ketika dihubungi, Rabu (13/8/2025).
Dia mengelaborasi biaya bahan bakar berkontribusi sekitar 40% terhadap total ongkos penambangan yang dikeluarkan industriawan.
Saat ini, kata Rizal, rerata harga biodiesel B40 segmen non-public service obligation (PSO) yang ditujukan untuk industri pertambangan bisa mencapai Rp20.000/liter. Harga itu terpaut jauh dengan harga jual biodiesel B40 segmen PSO, yang menurut Rizal dijual sekitar Rp6.000/liter.
































