CSI Aviation dalam pernyataan tertulis menyampaikan "kesedihan mendalam" atas insiden ini, dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih dari para korban. Nama-nama korban belum dirilis ke publik. Pihak perusahaan menyatakan akan bekerja sama penuh dalam penyelidikan.
Presiden Navajo Nation, Buu Nygren, dalam unggahan media sosial menyampaikan rasa dukanya atas kejadian tragis ini.
"Mereka adalah orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk menyelamatkan nyawa sesama. Kehilangan mereka sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat Navajo Nation," tulisnya.
Penerbangan medis dari Navajo Nation merupakan hal yang umum karena sebagian besar rumah sakit di wilayah tersebut berukuran kecil dan tidak menyediakan layanan perawatan lanjutan atau trauma. Bandara Chinle adalah salah satu dari beberapa bandara yang dimiliki dan dioperasikan oleh suku tersebut di atas wilayah reservasi seluas 70.000 kilometer persegi, yang mencakup sebagian Arizona, New Mexico, dan Utah — menjadikannya wilayah daratan terbesar dari suku penduduk asli Amerika.
Pada Januari lalu, kecelakaan serupa terjadi di Philadelphia yang menewaskan delapan orang dalam pesawat transportasi medis. Dalam penyelidikan, NTSB menyebutkan bahwa perekam suara kokpit pada pesawat itu tidak berfungsi.
(del)































