Logo Bloomberg Technoz

"Kemudian, dari perjalanan akibat kita membuat kebijakan diskon tarif jalan Tol, Kereta Api, maupun tiket pesawat itu perjalanan wisatawan nusantara juga jadi tumbuh 22%, wisatawan mancanegara tumbuh 23,32%," tutur dia.

Di sisi lain, Airlangga juga mengatakan sejumlah kinerja perusahaan di industri sektor ritel saat ini juga masih menunjukkan peningkatan pertumbuhan pendapatan, yang turut menunjukkan daya beli masyarakat yang masih kuat.

"Itu salah satu yang merepresentasikan juga. Dari indeks keyakinan konsumen juga terlihat, termasuk kenaikan dari transaksi digital."

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 berada di level 5,12% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi dibanding kinerja kuartal I 2025 yang sebesar 4,87%.

Level kinerja ekonomi tersebut juga jauh lebih tinggi dibanding konsensus Bloomberg yang tergabung dari sebanyak 27 analis dan ekonomi, yang menghasilkan median proyeksi pertumbuhan ekonomi Ibu Pertiwi sebesar 4,8%.

Ekonom sekaligus Direktur Segara Research Institute, Piter Abdullah pun menilai jika angka tersebut perlu dikaji lebih dalam karena tidak sejalan dengan sejumlah indikator utama lain yang justru menunjukkan pelemahan.

“Pertumbuhan ekonomi kita secara angka memang lebih tinggi dari konsensus, tapi ketika melihat indikator seperti konsumsi rumah tangga yang melambat, penerimaan pajak terutama PPN yang menurun, dan indeks PMI yang juga melemah, hasil pertumbuhan ini agak membingungkan,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).

Piter menyoroti kenaikan tajam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik, yang disebut sebagai pendorong utama pertumbuhan. 

Menurut dia, lonjakan PMTB hingga 6,6% secara tahunan sulit dijelaskan jika dikaitkan dengan pelemahan persepsi pelaku usaha yang tergambar dari penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI).

(lav)

No more pages