OJK Klaim Ekonomi Domestik Stabil, Dipicu Kesepakatan Tarif AS
Sultan Ibnu Affan
04 August 2025 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kondisi ekonomi domestik hingga saat ini masih terjaga, meski laju pertumbuhan manufaktur melesu. Ini tercermin dalam Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur ekonomi dalam negeri yang masih mengalami kontraksi selama 4 bulan beruntun.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, hal tersebut didorong oleh laju inflasi yang masih rendah, tren pertumbuhan uang beredar yang meningkat, surplus neraca perdagangan, hingga cadangan devisa (cadev) yang tinggi.
"Di sisi perekonomian domestik, indikator permintaan masih terjaga stabil, terlihat dari laju inflasi yang rendah dan pertumbuhan uang beredar dalam tren yang meningkat. Tapi di sisi penawaran mix," ujar Mahendra dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Juli, Senin (4/8/2025).
Mahendra mengatakan, hasil kesepakatan negosiasi tarif menjadi 19% dari semula 32% dengan Amerika Serikat (AS) juga tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang peningkatan daya saing untuk komoditas ekspor andalan Tanah Air.
Harapan tersebut juga didorong oleh afirmasi peringkat kredit Indonesia yang diterbitkan oleh lembaga pemeringkat global S&P Global Rating dengan nilai BBB untuk jangka panjang dan A2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.




























