"Penilaian ini mencerminkan kepercayaan yang terus terjaga terhadap kekuatan fiskal, ketahanan ekonomi, serta sektor keuangan Indonesia yang solid" tutur dia.
Selain kredit, S&P sebelumnya juga melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan PMI. Untuk periode Juli, PMI manufaktur Indonesia ada di 49,2, sekaligus melanjutkan tren kontraksi selama 4 bulan beruntun sejak April lalu.
Meski demikian, kontraksi pada Juli sudah jauh membaik. Bulan sebelumnya, skor PMI manufaktur Tanah Air ada di 46,9.
(lav)
No more pages



























