Smelter Nikel Urgen Dibatasi, Meski Investasi Hilirisasi Moncer
Azura Yumna Ramadani Purnama
04 August 2025 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom mendesak pemerintah segera memoratorium proyek smelter nikel pirometalurgi baru, kendati investasi di sektor tersebut masih menanjak hingga pertengahan tahun ini.
Di balik kemilau investasi hilirisasi nikel hingga semester I-2025, padahal, sejumlah lini produksi smelter berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) tengah tersungkur akibat tekanan harga dan melimpahnya pasokan bijih nikel.
Ekonom sektor energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai penangguhan sementara pembangunan smelter nikel dapat mencegah perusahaan pada sektor hilirisasi tersebut berguguran.
Menurut dia, insentif yang sempat diberikan pemerintah untuk industri nikel membuat smelter pirometalurgi merajalela. Walhasil, ketika harga nikel terpelanting dan pasokan bijih terbatas, para perusahaan smelter nikel tersebut terseok-seok menjalankan bisnisnya.
“Saya kira meskipun sudah terlambat, karena di awal dengan berbagai insentif yang ada banyak sekali investor dari China masuk dan sekarang sudah berlebihan. Menurut saya saat ini lah waktunya melakukan moratorium ” kata Fahmy ketika dihubungi, Senin (4/8/2025).
































