Logo Bloomberg Technoz

Serapan DMO Batu Bara 2025 Bakal Turun Imbas Krisis Smelter Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 July 2025 11:50

Ilustrasi pabrik feronikel (dok PT Aneka Tambang Persero)
Ilustrasi pabrik feronikel (dok PT Aneka Tambang Persero)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi realisasi kewajiban pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) khusus untuk smelter merosot pada tahun ini.

Terlebih, banyak lini produksi smelter nikel yang tutup sehingga penyerapan DMO batu bara akan terimbas.

Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba Tri Winarno memproyeksikan kebutuhan batu bara untuk smelter mencapai sekitar 70 juta ton pada pada tahun ini. Sementara itu, target penyerapan DMO batu bara sepanjang tahun ini adalah sekitar 239 juta ton.


“[Kebutuhan batu bara untuk smelter] sekitar 70 [juta ton] something,” kata Tri ketika ditemui awak media di sela Energi dan Mineral Festival 2025, dikutip Kamis (31/7/2025).

“Kalau misalnya dia [smelter] tutup, ya otomatis pembangkitnya berarti ya berkurang."

Penyadapan tungku feronikel di smelter nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian