Logo Bloomberg Technoz

Sederat Penyebab Produktivitas Tenaga Kerja RI Masih Rendah

Merinda Faradianti
30 July 2025 11:40

Pekerja beristirahat di salah satu pabrik minuman instan di Cikupa, Banten, Selasa (5/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja beristirahat di salah satu pabrik minuman instan di Cikupa, Banten, Selasa (5/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menemukan masih rendahnya produktivitas tenaga kerja pada industri manufaktur RI. 

Salah satu penyebabnya adalah pemanfaatan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri yang masih rendah.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil studi CORE pada tahun 2022 yang dilakukan di industri manufaktur seperti farmasi, aerospace, tekstil, otomotif, logam, dan komputer.


Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan antara usaha besar dan partisipasi pekerja di Indonesia masih terjadi mismatch [ketidakcocokan], sehingga penyerapan tenaga kerja masih belum maksimal.

"Memang ada masalah mismatch antara supply dan demand. Angkatan kerja itu masih sulit mengetahui secara spesifik informasi karakteristik kebutuhan tenaga kerja industri manufaktur. Dari pihak perusahaan juga kesulitan untuk mengetahui ketersediaan tenaga kerja yang mereka membutuhkan," katanya, dikutip Rabu (30/7/2025).