Menurutnya, tingkat partisipasi pekerja didapati masih rendah untuk pelatihan. Ini dilatarbelakangi karena perusahaan yang kurang mendukung untuk kegiatan pelatihan.
"Tapi ini ada sebabnya. Katanya memang biaya pelatihan itu tinggi. Tidak sebanding dengan benefit yang diterima oleh perusahaan. Ditambah lagi kecenderungan turnover [perputaran], jadi sudah dilatih terus pindah orangnya," jelasnya.
Sedangkan dari sisi pekerja, didapati bahwa mereka juga cenderung kurang tertarik. Karena harus mengeluarkan biaya lebih dan tidak punya cukup waktu untuk ikut pelatihan di luar jam kerja.
"Jadi karena ikut pelatihan ini bukan yang diberikan oleh perusahaan. Tapi di luar jam kerja, sementara harus kerja full time. Ataupun ada waktu di luar jam kerja harus kerja sampingan karena kurang income-nya," tambahnya.
(ain)






























