Logo Bloomberg Technoz

Secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyampaikan surat edaran kepada pengusaha ritel telah disampaikan sejak 14 Juli 2025 dan berlaku hingga 31 Juli 2025. 

“Surat yang kita terima saat ini berlaku sampai tanggal 31 Juli. Nah ini kan baru tanggal 29, besok 30, besoknya lagi 31. Ya kita tunggu saja, siapa tahu ada pengumuman lain,” ujar Solihin saat dihubungi. 

Dia mensinyalir ketika tidak ada arahan lebih lanjut maka pengusaha dapat menjual beras premium dengan harga normal. 

“Iya, kan kita dituntut menjual HET tertinggi. Kalau tidak ada arahan ya, setidak-tidaknya tapi ya berharap dengan adanya seperti ini [kasus beras oplosan], para distributor juga mengambil inisiatif-inisiatif lain ya,” jelasnya. 

Menurut Solihini, lewat inisiatif tersebut  pengusaha bisa mempertahankan penurunan harga beras premium sebesar Rp1.000 per 5 kg. 

“Ya misalkan berlaku penyesuaian harga yang sekarang ini baru dilakukan Rp1.000 mungkin, namanya harapan kok,” imbuhnya. 

Solihin menuturkan hingga saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan pemerintah termasuk Bapanas, dengan arahan agar pengusaha ritel tidak menarik sejumlah merek di gerai maupun minimarket. 

Sebelumnya, sejumlah merek beras klasifikasi premium seperti merek Sania ditarik di beberapa minimarket di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Minimarket hanya menjual beras premium di luar dari merek yang diduga beras oplosan.

‎Berdasarkan pantauan Bloomberg Technoz pada Jumat (25/7/2025), beras dengan merek Sania dan merek lainnya yang diduga beras oplosan sudah tidak terpampang di Alfamart maupun Indomaret di wilayah Setiabudi. 

Salah seorang kasir bernama Linda mengaku beras premium merek Sania sudah ditarik dari gerai Indomaret karena perintah kantor pusat. 

“Sudah ditarik sejak kemarin, padahal hari Rabu masih ada beberapa merek beras premium. Ditarik karena kasus yang ramai sekarang itu,” katanya saat ditemui. 

Sejak merek tersebut ditarik dari pasaran, Linda mengaku sejumlah konsumen mengurungkan niatnya untuk membeli beras premium tersebut. Namun, ada juga yang tetap membeli merek Larisst. 

Berbeda dengan Indomaret, harga beras premium telah diturunkan Rp1.000 menjadi Rp73.500 per 5 Kg untuk beras premium. Akan tetapi, beras yang dijual hanya tersisa merek Raja. 

“Merek lainnya sudah ditarik, sisa ini saja [merek Raja],” ujarnya. 

(ell)

No more pages