Logo Bloomberg Technoz

Produsen Mobil Wanti-wanti Soal Praktik Predatory Pricing EV

Lisa Listiani
29 July 2025 19:00

BYD Atto 1 dipamerkan dalam ajang pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Rabu (23/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
BYD Atto 1 dipamerkan dalam ajang pameran otomotif GIIAS 2025 di ICE BSD, Rabu (23/7/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Produsen mobil mewanti-wanti pemerintah terkait dengan dugaan praktik predatory pricing yang kini ditengarai banyak terjadi di sektor otomotif.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam bilang jika saat ini industri otomotif yang dirasa  sudah cukup efisien ini masih membutuhkan dukungan pemerintah terkait praktik-praktik ini.

“Bagaimana industri kita itu diprotect dari praktik-praktik yang disebut dengan predatory pricing. Jadi itu kan persaingan yang nggak sehat,” kata Bob, Selasa (29/7/2025).


Bob mengatakan bahwa dengan penurunan harga dari pabrikan mobil tertentu akan membuat industri otomotif akan hancur.

“Baru nanti dia doang jadi pemain, jadi jangan sampai. Itu yang harus dijaga untuk regulator,” tambah Bob.