Poin pentingnya adalah “lebih banyak bergerak, lebih sedikit duduk, tambahkan warna pada piring makan Anda, pelajari hal baru, dan tetap terhubung,” kata Baker dalam Konferensi Internasional Alzheimer’s Association di Toronto, tempat hasil studi ini dipresentasikan.
“Tantang diri Anda untuk melakukannya secara rutin.”
Temuan ini juga dipublikasikan secara bersamaan di Journal of the American Medical Association.
Studi AS yang bertujuan melindungi kesehatan otak melalui intervensi gaya hidup untuk mengurangi risiko — yang dikenal dengan nama POINTER — merupakan uji intervensi gaya hidup terbesar untuk penyakit Alzheimer yang pernah diselesaikan di Amerika Serikat. Studi ini melibatkan lebih dari 2.000 orang dewasa berusia antara 60 hingga 79 tahun, yang dibagi ke dalam kelompok intervensi terstruktur dan kelompok mandiri.
Fungsi kognitif meningkat di kedua kelompok, tetapi mereka yang mendapatkan dukungan terstruktur mengalami manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang melakukannya secara mandiri.
Program ini merekomendasikan olahraga kardiovaskular selama 30 menit sebanyak empat kali seminggu, serta diet rendah garam yang berfokus pada makanan yang baik untuk otak, seperti sayuran hijau tua, buah beri, biji-bijian utuh, dan ikan air dingin. Peserta dalam kelompok terstruktur juga menyelesaikan permainan komputer “pelatihan otak” sebanyak tiga kali seminggu.
Kelompok terstruktur mengadakan 38 pertemuan dengan rekan-rekan mereka selama dua tahun studi untuk menetapkan tujuan dan saling bertanggung jawab. Sementara itu, kelompok mandiri hanya bertemu enam kali selama dua tahun, tetapi menerima informasi yang sama.
Uji coba pointer ini mereplikasi studi penting FINGER tahun 2015, atau Finnish Geriatric Intervention Study to Prevent Cognitive Impairment, untuk menilai apakah temuan tersebut berlaku bagi populasi AS yang lebih besar dan umumnya kurang sehat.
(bbn)
































