Logo Bloomberg Technoz

Puluhan Lembaga Kemanusiaan Peringatkan Krisis Kelaparan di Gaza

News
24 July 2025 20:00

Warga Palestina membawa jenazah korban serangan udara Israel di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Gaza, Selasa (15/7/2025). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Warga Palestina membawa jenazah korban serangan udara Israel di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, Gaza, Selasa (15/7/2025). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Ethan Bronner dan Dan Williams - Bloomberg News

Bloomberg, Puluhan lembaga bantuan kemanusiaan menyatakan bahwa kondisi di Gaza kini berada di titik terburuk, dengan kelaparan yang semakin meluas. Israel menuding Hamas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas krisis tersebut.

Kondisi ini memburuk di tengah negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, dan terjadi dua pekan setelah Uni Eropa mengumumkan kesepakatan dengan Israel untuk meningkatkan distribusi bantuan pangan ke Gaza.


Salah satu titik krusial dalam perundingan gencatan senjata, menurut pejabat dari kedua pihak, adalah tuntutan Hamas agar jaringan bantuan yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dipulihkan. Israel sebelumnya menyingkirkan jaringan tersebut, dengan alasan kelompok militan Palestina mencuri makanan dan obat-obatan.

Kemarahan dunia terhadap pemerintahan Israel terus meningkat, seiring bertambahnya laporan mengenai bayi-bayi yang kurus kering, anak-anak yang berdesakan di antrean dapur umum, hingga laki-laki yang berebut karung tepung. Dokter relawan asing di Gaza pun mengaku turut mengalami kelaparan. Sejumlah kantor berita internasional bahkan menarik staf mereka karena khawatir akan bencana kelaparan.