Logo Bloomberg Technoz

Data Pribadi RI Sudah Lama Ada di Luar Negeri karena Google Cs

Farid Nurhakim
24 July 2025 12:37

Kantor Alphabet (induk perusahaan Google) diMountain View, California, Amerika Serikat. (Mike Kai Chen/Bloomberg)
Kantor Alphabet (induk perusahaan Google) diMountain View, California, Amerika Serikat. (Mike Kai Chen/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaPengamat sekuriti Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan bahwa dirinya tidak ambil pusing dengan kedaulatan data imbas dari kesepakatan komitmen transfer data pribadi Indonesia ke Amerika Serikat. Pasalnya data masyarakat Indonesia sudah ada di luar negeri, lantaran terdapat layanan seperti Google atau lainnya. WhatsApp, dan sebagainya. 

"Apakah data disimpan di Amerika tidak aman dan menggadaikan kedaulatan Indonesia? Soal kedaulatan data, saya tidak berkomentar karena dengan layanan Google, Whatsapp dan lainnya pun sebenarnya data kita sudah ada di luar negeri," Alfons dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7/2025).

Dia menyebut bahwa kemungkinan informasi strategis seperti data pertahanan serta hal penting lainnya disimpan di Indonesia.


Menurut Alfons, yang lebih penting bukan dimana lokasi data disimpan, melainkan perlindungan data dilakukan secara baik. Misalnya enkripsi yang kuat sehingga tak bisa dibaca sekalipun bocor.  "Itu yang paling penting," kata Alfons.

Ia menambahkan, jika sudah dienkripsi dengan baik dan kuncinya disimpan dengan baik, itu secara teknis bakal aman mau disimpan di mana saja. "Jadi lokasi penyimpanan data tidak menentukan keamanan data. Tetapi kedisiplinan dan metode penyimpanan data itu yang menentukan keamanan data," ujar Alfons.