Manuver Prajogo Pangestu di Gurita Bisnis Barito Grup
Artha Adventy
17 July 2025 19:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu tancap gas menggeber ekspansi di hampir semua lini bisnis utama yaitu petrokimia, energi baru terbarukan, dan infrastruktur. Strategi agresif ini membawa Barito Pacific Tbk (BRPT) dan anak-anak usahanya masuk ke berbagai proyek jumbo, dari akuisisi kilang Shell di Singapura hingga proyek geothermal senilai ratusan juta dolar.
Lewat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Barito bersama mitra global Glencore mengakuisisi fasilitas kilang dan pabrik petrokimia milik Shell di Bukom dan Jurong Island, Singapura. Fasilitas ini mencakup kilang minyak 237.000 barel per hari dan pabrik steam cracker 1 juta ton per tahun. Akuisisi ini langsung menempatkan TPIA sebagai pemain regional di rantai petrokimia Asia Tenggara.
Tak berhenti di situ, entitas cucu usaha yakni PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia awal Juli lalu. IPO CDIA diserbu investor ritel dan mencatat oversubscribed lebih dari 500 kali sehingga emiten ini dapat meraup dana segar Rp2,37 triliun. Dana ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung industri dari kelistrikan, air bersih, hingga pelabuhan di kawasan industri Cilegon.
“Ini peluang untuk memperkuat infrastruktur nasional,” ujar David Kosasih, Direktur Keuangan Barito Pacific.
Sementara dari sisi energi baru dan terbarukan, Barito mengandalkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui lini bisnis geothermal milik Star Energy. Total lima proyek ekspansi dan retrofitting digenjot dengan nilai investasi mencapai US$365 juta.































