Tiga proyek ekspansi tersebut mencakup pembangunan Salak Unit 7 sebesar 40 MW, Wayang Windu Unit 3 sebesar 30 MW, dan Salak Binary sebesar 16,6 MW yang telah mulai beroperasi sejak Februari 2025. Sedangkan dua proyek retrofitting dilakukan di Salak Unit 4, 5, dan 6 dengan kapasitas 7,2 MW, serta Wayang Windu Unit 1 dan 2 sebesar 18,4 MW. Seluruh proyek ini ditargetkan rampung secara bertahap mulai Agustus 2025 hingga Desember 2026.
Star Energy mengantongi pinjaman hijau sebesar US$121 juta dari DBS Bank Ltd dan SMBC untuk mendukung proyek-proyek geothermal di Salak dan Darajat.
David mengklaim strategi bisnis yang dijalankan Grup Barito ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan transisi energi.
(ell)
No more pages





























