Logo Bloomberg Technoz

Sementara mata uang Asia lain bertahan di zona hijau di antaranya peso dengan penguatan 0,19%, baht 0,12%, yuan Tiongkok 0,02% serta yuan offshore 0,00%.

Tekanan yang dihadapi oleh mayoritas mata uang Asia pagi ini, terjadi ketika indeks dolar AS kembali bangkit setelah tadi malam dalam perdagangan terakhir ditutup melemah.

Pasar keuangan global masih dibayangi berbagai isu utama di antaranya adalah menguatnya spekulasi penggusuran Gubernur Federal Reserve Jerome Powell oleh Presiden AS Donald Trump. Mata uang emerging market cenderung tertekan oleh isu tersebut sejak kemarin.

Meski belakangan Trump membantah hal tersebut, akan tetapi pasar sudah cenderung waspada seperti terlihat di pasar surat utang AS, US Treasury. Kurva yield Treasury terlihat makin curam. Pagi ini, hampir semua tenor Treasury terpangkas yield-nya. 

Banyak analis memperingatkan bahwa jika Trump benar-benar memecat Powell, pasar keuangan bisa terguncang dan memicu konflik hukum serius mengenai independensi bank sentral. 

"Pasar tidak terlalu terguncang sebelum Trump membantah laporan tersebut," tulis Derek Tang, ekonom dari LH Meyer/Monetary Policy Analytics di Washington, dalam catatan kepada klien, dilansir dari Bloomberg News

"Jika ini semacam uji coba untuk membaca reaksi pasar, maka bisa dibilang sukses dan mungkin akan membuat Trump makin berani. Kini batasan apa yang dapat diterima sudah bergeser, ke arah yang kurang baik," tambah Tang.

Sementara dari dalam negeri, euforia penurunan bunga acuan masih meliputi pelaku pasar. IHSG dibuka hijau 0,52% dan langsung bergerak makin menguat di 7.257. 

Di pasar surat utang negara, pergerakan yield terbatas di mana tenor pendek 1Y dan 2Y terlihat turun imbal hasilnya. Sementara tenor 5Y masih naik 0,4 bps dan tenor 10Y juga naik 0,7 bps.

(rui)

No more pages