Kasus Beras Oplosan, Fakta-fakta Perbedaan Beras Premium dan SPHP
Redaksi
15 July 2025 13:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Masyarakat dihebohkan dengan praktik culas beras oplosan. Mentan Andi Amran Sulaiman mengklaim beras oplosan bikin rugi negara hingga Rp1.000 triliun.
Ratusan merek beras terungkap, diduga hasil oplosan antara beras premium dengan harga yang terbilang tinggi, dicampur dengan beras bulog yang umumnya dipakai untuk SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Apa perbedaan antara beras premium dan SPHP?
Dilansir laman resmi Bulog, mengacu Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023, beras premium umumnya memiliki kualitas terbaik dengan beberapa kriteria, seperti: derajat Sosoh dengan minimal 95%, yang memiliki arti lapisan kulit ari beras sudah terlepas dengan baik.
Beras premium juga relatif lebih kering, dengan kadar air dengan batas toleransi maksimal 14%. Dengan demikian, beras premium memiliki ketahanan yang cukup baik dalam masa penyimpanan.
Pada beras premium, terdapat ketentuan bahwa kondisi per 100 gram dalam kondisi 85% beras utuh alias tanpa patahan, dengan minimal 5% butir patah. Pada beras premium juga harus tanpa butir gabah, dengan toleransi 1 butir per 100 gram.
































