Menaggapi kemungkinan hadirnya operator satelit orbit rendah lainnya seperti Project Kuiper dari Amazon, Komdigi menegaskan semua pihak yang ingin beroperasi di Indonesia harus mematuhi regulasi nasional yang berlaku.
"Terkait dengan sistem satelit NGSO lainnya, jika akan beroperasi di Indonesia, silakan mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menjaga kepentingan nasional kita dan juga kesetaraan dalam proses perolehan izin," tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam pemberitahuan resmi 'Catatan Penting untuk Pelanggan Baru di Indonesia' perusahaan milik miliarder Elon Musk menyebut saat ini layanan tidak tersedia untuk pelanggan baru, dan aktivasi perangkat baru juga ditangguhkan sementara.
"Layanan Starlink saat ini tidak tersedia untuk pelanggan baru di wilayah Anda karena kapasitas yang terjual habis di seluruh Indonesia," demikian bunyi pernyataan yang muncul di laman pemesanan Starlink, dikutip Senin pagi.
"Selain itu, aktivasi kit baru dihentikan sementara untuk pelanggan yang membeli melalui retail atau penjual pihak ketiga."
Kendati demikian, calon pelanggan masih dapat melakukan deposit untuk memesan tempat dalam daftar tunggu. Mereka akan menerima notifikasi begitu kapasitas kembali tersedia. Namun, Starlink menegaskan bahwa belum ada estimasi waktu kapan layanan bisa kembali diakses.
Tim kami bekerja sama dengan pihak lokal untuk membawa Starlink ke Indonesia secepat mungkin," tulis perusahaan tersebut. PT Starlink Services Indonesia (PT SSI) terdaftar pada 8 September 2022 lewat pengesahan sistem layanan publik Kementerian Hukum dan HAM. SSI adalah bagian dari proyek internet satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) dari Space Exploration Technologies Corp atau SpaceX
(wep)































