Logo Bloomberg Technoz

Adapun, cara merayakan Hari Kemerdekaan Energi Sedunia yakni dengan turut serta menggunakan bahan bakar alternatif, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk lingkungan serta menghemat penggunaan energi.

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan energi manusia terus meningkat. Berbagai sumber energi digunakan untuk menopang peradaban, mulai dari api, angin, hingga batu bara, dan minyak Bumi. Sayangnya, energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi menghasilkan emisi berbahaya bagi lingkungan.

Kondisi ini membuat pencarian sumber energi terbarukan seperti matahari, air, dan angin semakin mendesak untuk dilakukan.

Untuk itu, kehadiran Hari Kemerdekaan Energi Sedunia ini menjadi pengingat untuk mendorong mengembangkan teknologi energi bersih, sehingga masa depan yang lebih bersih dan sehat dapat tercapai.

Target Indonesia

Di Indonesia, pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto saat ini memang tengah berupaya mencapai swasembada energi pada 2030.

Prabowo bahkan menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) 100% bisa dicapai pada 2035. Target itu lebih cepat 5 tahun dari estimasi yang diperkirakan pemerintah pada 2040.

“Kami berencana untuk mencapai 100% energi baru terbarukan dalam waktu 10 tahun mendatang, targetnya tentu 2040 tapi tim pakar saya bilang kita bisa capai itu lebih cepat,” kata Prabowo di Istana Planalto, Brasilia, Rabu (9/7/2025).

Target ambisius bauran energi bersih nasional itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Pun demikian, persoalan transisi energi masih menjadi pekerjaan rumah yang sulit diatasi Indoensia. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saja kembali menurunkan target EBT dalam bauran energi primer nasional pada 2025, dari 23% menjadi antara 17%—20%. Hingga Mei tahun ini, realisasi bauran EBT baru 13,21%.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi sebelumnya mengatakan Indonesia masih menghadapi banyak tantangan untuk menutup kesenjangan antara target dan realisasi energi bersih di Tanah Air.

Misalnya, ketiadaan jaringan transmisi untuk menyalurkan listrik dari sumber EBT ke pusat permintaan.

Untuk itu, lanjutnya, target bauran EBT direvisi agar mengacu pada RPP KEN yang sudah disetujui DPR dan tinggal menunggu lampu hijau dari Sekretariat Kabinet.

(mfd/wdh)

No more pages