Logo Bloomberg Technoz

Trump Ancam Produsen Farmasi Tarif 200% Jika Tak Alihkan Produksi

Rosmayanti
09 July 2025 10:10

Ilustrasi obat-obatan (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi obat-obatan (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Donald Trump memberi ancaman bahwa perusahaan farmasi akan dikenai tarif impor hingga 200% jika mereka tidak memindahkan produksinya ke AS dalam setahun ke depan. Industri semikonduktor dan logam juga tak luput dari rezim tarif ini.

"Kami akan memberi mereka sekitar satu tahun, satu setengah tahun, untuk masuk [AS]," kata Trump kepada wartawan dalam rapat Kabinet, Selasa (8/7/2025) waktu setempat, berdasarkan laporan Bloomberg News.

"Dan setelah itu, mereka akan dikenai tarif jika membawa produk farmasi, obat-obatan, dan barang-barang lain ke negara ini. Tarifnya akan sangat, sangat tinggi, sekitar 200%. Kami akan memberi mereka waktu tertentu untuk mengatur diri mereka."


Indeks S&P 500 untuk perusahaan farmasi berbalik negatif merespons isyarat terbaru Trump ini, begitu juga dengan saham Eli Lilly & Co, Merck & Co, dan Pfizer Inc yang turun dari reli sebelumnya.

Trump telah mengumumkan penyelidikan berdasarkan Pasal 232 Undang-Undang Perluasan Perdagangan tahun 1962 terhadap masing-masing produk tersebut. Alasannya, banjir impor asing mengancam keamanan nasional. Setelah upaya tersebut selesai, Trump diperkirakan akan melanjutkan pemberlakuan tarif.