Beberapa pejabat dari berbagai negara anggota menyatakan bahwa langkah Trump sulit diprediksi. Ancaman tersebut bisa saja hanya retorika politik. Karena itu, sikap terbaik saat ini adalah menunggu dan melihat perkembangan.
Seorang pejabat menyebut Trump kerap tidak konsisten dan bisa saja melupakan pernyataannya sendiri. Presiden Afrika Selatan bahkan memilih meninggalkan KTT lebih awal karena harus menangani krisis domestik, menandakan kehati-hatian negara anggota dalam merespons sikap AS di tengah perundingan sensitif ini.
Keprihatinan Serius
Pemimpin BRICS yang mewakili 49% populasi dunia dan 39% PDB global telah menyepakati pernyataan bersama yang isinya bertentangan dengan posisi pemerintahan Trump, mulai dari isu perang dan perdamaian, perdagangan, hingga tata kelola global.
Meski mengungkapkan “keprihatinan serius” atas kebijakan tarif, mengkritik lonjakan belanja pertahanan, dan mengecam serangan udara ke Iran yang merupakan anggota BRICS, pernyataan itu tidak secara eksplisit menyebut nama AS.
Trump pun membalas dengan ancaman tarif tambahan 10% terhadap negara manapun yang berpihak pada “kebijakan anti-Amerika dari BRICS.” Ancaman ini memicu tekanan pada mata uang dan bursa saham negara berkembang di awal pekan.
Presiden Lula dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi 10 anggota BRICS, perwakilan Arab Saudi yang masih menimbang keanggotaannya secara penuh, serta 10 negara mitra lainnya seperti Malaysia, Nigeria, dan Vietnam.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi tidak memberikan tanggapan saat dimintai komentar.
Amorim menegaskan bahwa “semua negara kini tengah bersandar pada BRICS demi memperkuat multilateralisme.”
Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia dalam pernyataannya menyebutkan bahwa Malaysia tetap menjalankan kebijakan luar negeri dan ekonomi yang independen.
“Keterlibatan kami dalam platform multilateral bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, dengan berpedoman pada kepentingan nasional, bukan aliansi ideologis,” tegas pernyataan itu. “Amerika Serikat tetap menjadi salah satu mitra ekonomi utama Malaysia.”
(bbn)































