Logo Bloomberg Technoz

Pagi ini mata uang Asia terlihat bergerak di zona merah dipimpin baht yang melemah 0,16%, bersama won, yuan offshore, dolar Singapura dan dolar Hong Kong. Sedangkan yen masih menguat. Indeks dolar AS bergerak melemah 0,23%.

Rupiah memiliki potensi penguatan apabila mood pasar membaik pasca kepastian pemunduran jadwal pemberlakuan tarif AS yang memberi kesempatan bagi negara-negara untuk mencapai negosiasi dagang dengan Negeri Paman Sam.

Lanskap global mendapatkan kepastian yang cukup melegakan terkait kebijakan tarif AS. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan, tarif per negara yang ditetapkan oleh Trump akan mulai berlaku efektif pada 1 Agustus.

Dengan demikian, dia mengisyaratkan adanya ruang bernapas bagi mitra dagang AS menjelang batas waktu 9 Juli yang sebelumnya ditetapkan oleh Trump.

"Saya kira sebagian besar negara akan selesai pada 9 Juli, baik melalui surat atau kesepakatan," kata Trump kepada wartawan pada Minggu (7/7/2025) waktu setempat, sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Washington setelah menghabiskan akhir pekan di New Jersey.

"Tarif mulai berlaku pada 1 Agustus, tetapi Presiden sedang menetapkan tarif dan kesepakatan saat ini," kata Lutnick bersama Trump.

Banyak negara yang masih belum mencapai kesepakatan dagang dengan AS termasuk Uni Eropa, Jepang, India, juga Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dalam penjelasannya pada pekan lalu mengatakan, pada 7 Juli yakni hari ini, untuk menandantangani MoU dengan mitra dagang di AS.

Dalam penjelasannya pada Jumat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI mengatakan, Pemerintah RI telah mengajukan beberapa tawaran di antaranya adalah rencana memangkas tarif hingga mendekati nol terhadap lebih dari 1.700 komoditas atau hampir 70% dari total impor AS.

Komoditas yang diminta AS mencakup di beberapa sektor utama, seperti elektronik, mesin, bahan kimia, layanan kesehatan, baja, pertanian, dan otomotif. Termasuk di dalamnya adalah penawaran kepada AS di mana Pemerintah RI akan membolehkan penyedia layanan pembayaran dari AS masuk ke sistem pembayaran lokal.

Analisis teknikal

Secara teknikal nilai rupiah masih berpotensi melemah, mencermati berbagai sentimen hingga sikap wait and see pasar. Pelemahan terdekat rupiah akan menuju level Rp16.200/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp16.210/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut, berpotensi melemah lanjutan dengan menuju level Rp16.250/US$ sebagai support terkuat, sementara support laju sepekan rupiah ada di Rp16.300/US$.

Jika nilai rupiah terjadi penguatan hari ini, resistance menarik dicermati pada level kisaran Rp16.140/US$ dan selanjutnya Rp16.100/US$ di range MA-200.

Adapun rupiah masih ada potensi penguatan optimis lanjutan seiring sentimen pasar ke resistance potensial ke level Rp16.080/US$ meski saat ini masih terbatas peluangnya.

Analisis Teknikal Nilai Rupiah Senin 7 Juli 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

(rui)

No more pages