Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada Senin (30/06), partikel halus PM 2,5 dapat menembus paru-paru dan selanjutnya memasuki tubuh melalui aliran darah, sehingga memengaruhi semua organ utama. "Paparan PM 2,5 juga dapat menyebabkan penyakit pada sistem kardiovaskular dan pernapasan, yang memicu misalnya stroke, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)," tulis WHO dalam laman resminya.
"Penelitian baru juga menunjukkan adanya hubungan antara paparan prenatal terhadap polusi udara tingkat tinggi dan keterlambatan perkembangan pada usia tiga tahun, serta masalah psikologis dan perilaku di kemudian hari termasuk gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD), kecemasan, dan depresi," sambung mereka.
(far/spt)






























