Logo Bloomberg Technoz

Hingga saat ini pun, Iran masih menahan diri untuk tidak menutup Selat Hormuz. Negeri Persia itu mengirim rudal ke pangkalan militer AS di Qatar, tetapi dengan rudal berdaya ledak rendah hanya untuk memenuhi hukum qisas; rudal dibalas rudal.

“Jika akhirnya kondisi tidak terkendali karena Iran-AS saling serang dengan rudal kelas berat, apalagi nuklir, baru harga minyak akan berada di koridor di atas US$85/barel, bahkan bisa di atas US$100/barel,” terang Hadi.

Melihat tensi geopolitik di Teluk Persia yang sejauh ini masih terisolasi, serta Selat Hormuz yang masih belum diblokade, Hadi menilai harga BBM di Indonesia seharusnya tidak dinaikkan dalam waktu dekat.

Pergerakan rerata harga minyak hingga hari ini pun masih jauh di bawah asumsi APBN 2025 di level US$82/barel.

“Tidak ada alasan untuk naik [harga BBM]. Sekali lagi saya katakan, basis perhitungan APBN itu yearly average. Kenaikan BBM oleh Pertamina harus mendapat persetujuan pemerintah,” kata Hadi.

Di tempat terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kementeriannya masih mengkaji pergerakan harga minyak mentah dunia seiring dengan eskalasi perang antara Israel dan Iran, yang kini melibatkan AS.

Bahlil berharap harga minyak mentah dunia tidak lewat dari asumsi yang dipatok dalam APBN tahun ini di level US$82/barel.

Menurut Bahlil, sejumlah langkah strategis perlu diambil jika harga minyak mentah dunia lewat dari asumsi APBN itu.

“Kalau kemudian naik kita pasti akan meminta arahan dari Bapak Presiden, tetapi saya yakin dan percaya Presiden memperhatikan kondisi masyarakat yang ada,” kata Bahlil dalam wawancara dengan Liputan6 TV, Senin (23/6/2025) malam.

Hanya saja, Bahlil memastikan, pemerintah bakal mencari formula yang optimal untuk tetap menjaga harga BBM tidak ikut terkerek di tengah volatilitas harga minyak mentah dunia saat ini.

“Kita cari solusinya yang terbaik,” kata Bahlil.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 1,1% menjadi US$67,90/barel pada pukul 8:15 pagi ini di Singapura. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 1,1% menjadi US$65,07/barel.

(mfd/wdh)

No more pages