Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas ‘Mandek’ di US$5.000, Investor Menakar Bunga The Fed

News
18 March 2026 14:50

Pekerja memuat emas batangan dore ke dalam tungku di pabrik peleburan ABC Refinery di Sydney, Australia, Jumat (3/5/2024). (Brendon Thorne/Bloomberg)
Pekerja memuat emas batangan dore ke dalam tungku di pabrik peleburan ABC Refinery di Sydney, Australia, Jumat (3/5/2024). (Brendon Thorne/Bloomberg)

Yihui Xie–Bloomberg News

Bloomberg, Harga emas bergerak dalam kisaran yang sempit saat investor menimbang jalur pemotongan suku bunga The Fed terhadap risiko inflasi akibat perang di Timur Tengah. Harga emas berada di dekat US$5.000/troy ons, setelah sesi sebelumnya berakhir dengan sedikit perubahan. 

Meskipun The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakannya Rabu malam, para investor akan mencermati pandangan bank sentral AS mengenai kenaikan harga energi dan pasar tenaga kerja yang melemah.


Harga minyak turun setelah Irak menandatangani kesepakatan untuk melanjutkan ekspor melalui Turki, yang menghindari Selat Hormuz.

Pergerakan harga emas di pasar spot alami sideways.

Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan aksi serangan semalam, dengan Iran mengonfirmasi kematian kepala keamanan nasional Ali Larijani. Tehran melancarkan gelombang baru serangan rudal dan drone, menargetkan Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Kuwait, pasca militer negara tersebut berjanji akan membalas pembunuhan Larijani.