Logo Bloomberg Technoz

IHSG Masih Akan Tertekan, Timur Tengah Masih Jadi Sentimen Utama

Muhammad Fikri
23 June 2025 08:30

Ilustrasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali tertekan dengan kecenderungan melemah seiring meningkatnya tensi geopolitik di timur tengah.

“IHSG hari ini diperkirakan masih bergerak tertekan dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, terbentuk pola double top yang mengindikasikan potensi penurunan hingga level 6.882,” kata Customer Engagement & Market Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Chory Agung Ramdhani dalam risetnya, Senin (23/5/2025).

Meskipun kekhawatiran investor meningkat, Chory menyarankan para investor memperhatikan sektor komoditas minyak bumi yang berpotensi menguat seiring kenaikan harga akibat konflik timur tengah.


BRI Danareksa Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak dengan support 6.882 dengan resistance 7.100 untuk perdagangan hari ini. Adapun saham yang dijagokan BRI Danareksa Sekuritas yakni saham ENRG dan ESSA untuk perdagangan hari ini.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) David Kurniawan mengatakan keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda aksi militer Amerika di timur tengah dalam dua minggu untuk memberi ruang diplomasi menjadi ketenangan bagi investor global pada perdagangan hari ini.