"Bank Himbara akan memenuhi permintaan Danantara itu sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing. Bisa jadi permintaan Danantara itu akan memberatkan bank Himbara," ujar Paul menanggapi pernyataan Danantara.
"Padahal sudah semestinya dalam kondisi perlambatan ekonomi global saat ini, pemerintah dan Danantara justru wajib mendorong kenaikan likuiditas kepada bank termasuk bank Himbara," lanjut dia.
Paul mengimbau bank BUMN akan menerapkan manajemen risiko yang sesuai dengan aturan perundang-undangan dan menjalankan asas kepatuhan (compliance).
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait telah mengatakan jika modal pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat rencananya akan diambil sebagian dari dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank BUMN.
Ara, sapaan akrabnya, mengatakan hal itu juga telah didiskusikan dengan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mengaku mendapatkan arahan bahwa Danantara akan turut mendukung pembangunan rumah tersebut.
"Kami akan jajaki, kami juga akan mendalami satu-satu dengan perbankan dan dengan bank BUMN, juga dengan bank swasta," katanya saat ditemui di MidPlaza kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Meski begitu, Ara belum merinci besaran modal yang akan digelontorkan dalam pembangunan rumah layak huni tersebut. Termasuk mengenai skema hingga bentuk realisasi program itu.
(lav)





























