Logo Bloomberg Technoz

Adapun di pasar surat utang, mayoritas tenor Surat Utang Negara (SUN) tertekan harganya. Hal itu ditandai oleh kenaikan yield tenor di atas 2 tahun seperti ditunjukkan oleh OTC Bloomberg.

Yield 5Y naik 1,5 basis poin, diikuti tenor 9 tahun yang naik 1,9 basis poin (bps) siang ini. Sedangkan tenor acuan bergerak sedikit naik 0,7 bps yield-nya. Sedangkan tenor pendek 1Y dan 2Y masing-masing yield-nya turun 4,2 bps dan 2,1 bps.

Bursa saham 'lautan merah'

Bukan hanya IHSG saja yang terbenam siang ini. Bursa Eropa pada pembukaan pasar Kamis pagi waktu setempat dibuka merah di hampir semua pasar.

Euro Stoxx ambles 0,7%, lalu FTSE 100 di London juga tergerus 0,4%, lalu di Prancis CAC 40 juga melorot 0,6%, bersama indeks saham Jerman DAX yang tertekan hingga 0,48%.

Bursa saham berjangka di AS juga merah di mana DJIA Futures Indeks melemah 0,25% siang ini, bersmaa S&P 500 Futures turun 0,25% dan Nasdaq Futures juga turun 0,2%.

Di Asia, indeks saham Jepang Nikkei dan Topix ditutup lemah 1,02% dan 0,62%. Hang Seng di Hong Kong bahkan ambles sampai lebih dari 2%. Begitu juga bursa Shanghai yang juga turun 0,8%.

Hanya bursa saham Korea Selatan, Filipina dan Vietnam yang masih hijau sejauh ini di Asia.

AS akan serang Iran

Sentimen risk-off di pasar kembali menguat akibat kekhawatiran yang meningkat akan kemungkinan terlibatnya Amerika Serikat (AS) ke pusaran konflik antara Israel dan Iran. 

Situasi perang di Israel saat Iron Dome halau roket rudal Iran. (Bloomberg)

Laporan Bloomberg yang dirilis hari ini mengatakan, para pejabat senior AS tengah mempersiapkan kemungkinan menyerang Iran dalam beberapa hari ke depan, menurut sumber yang mengetahui masalah ini, menandakan bahwa Washington sedang menyiapkan infrastruktur untuk terlibat langsung dalam konflik dengan Teheran.

Situasi masih terus berkembang dan dapat berubah, kata sumber-sumber tersebut, yang minta identitasnya dirahasiakan karena membahas pembicaraan tertutup.

Beberapa sumber merujuk pada rencana potensial untuk menyerang pada akhir pekan. Para pejabat tinggi di sejumlah lembaga federal juga sudah bersiap untuk melancarkan serangan.

Presiden Donald Trump selama berhari-hari secara terbuka mempertimbangkan untuk memerintahkan serangan terhadap Iran, yang telah terlibat dalam perang dengan Israel selama hampir sepekan.

Perkembangan terakhir itu telah melejitkan harga minyak jenis WTI dan Brent yang melompat masing-masing 1% dan 0,83% sejauh ini, meski masih di bawah US$ 80 per barel.

Eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkat, terlebih bila AS benar-benar terlibat, akan mengguncang pasar makin besar.

Apalagi setelah tadi malam pasar mendapati pernyataan penting dari Gubernur Federal Reserve, bank sentral AS, Jerome Powell yang mengatakan potensi kenaikan inflasi ke depan akibat kebijakan tarif. Hal itu bisa menyusutkan peluang penurunan suku bunga The Fed di sisa tahun ini.

(rui)

No more pages