Logo Bloomberg Technoz

Sejauh ini, seluruh armada AirAsia disuplai oleh Airbus, memberikan keunggulan posisi bagi pabrikan asal Eropa tersebut dalam persaingan ini. AirAsia saat ini mengoperasikan sekitar 240 pesawat — sebagian besar bermesin lorong tunggal — serta masih memiliki pesanan lebih dari 350 unit untuk keluarga A320.

Jika kesepakatan tercapai, pemesanan dalam jumlah besar ini akan menjadi dorongan besar bagi program A220, yang selama ini menghadapi tantangan penjualan dan masalah rantai pasok yang menghambat produksi. Airbus memproduksi A220 di fasilitasnya di Mirabel, Kanada, dan Mobile, Alabama.

Sepanjang tahun 2025, A220 belum mengamankan satupun pesanan baru. Tahun lalu, total pesanan kotor hanya mencapai 17 unit, sementara pembatalan membuat angka backlog semakin menyusut. Hingga akhir Mei, Airbus masih mengantongi 486 pesanan A220 yang belum dikirim, jauh di bawah backlog tipe A320 yang melebihi 7.000 unit.

Bagi Embraer, kemenangan dalam tender ini akan memperluas jejak bisnisnya di Asia sekaligus menjadi salah satu pesanan terbesar dari satu maskapai. Produsen asal Brasil itu sebelumnya sukses menjalin kesepakatan dengan Scoot (maskapai murah grup Singapore Airlines), Virgin Australia, dan ANA Holdings Inc. dari Jepang.

Hingga saat ini, Embraer telah mengamankan 334 pesanan tetap untuk tipe E2, dengan sekitar 175 unit yang masih menunggu pengiriman. Sebagai bagian dari strategi penjualannya, Embraer menonjolkan kemampuannya mengirim pesawat lebih cepat dibanding Airbus maupun Boeing.

(bbn)

No more pages