Logo Bloomberg Technoz

Memasuki Juni ini, asing melanjutkan belanja di pasar surat utang RI. Sampai data 5 Juni lalu, global fund membukukan posisi beli bersih senilai US$ 175,9 juta, sekitar Rp2,86 triliun month-to-date.

Pada perdagangan hari Rabu ini (11/6/2025), animo investor menyerbu SBN masih kuat. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun jatuh ke level terendah sejak November silam di level 6,748%, seperti ditunjukkan oleh data Bloomberg.

Kinerja rupiah, IHSG, juga SBN sepanjang tahun 2025 (Riset Bloomberg Technoz)

Penurunan yield mengindikasikan adanya permintaan beli yang mengungkit harga obligasi negara. Yield SBN 10Y sudah terpangkas 45 basis poin dari pucuk tertinggi yang tersentuh pada Maret lalu.

Sementara di pasar saham, perdagangan hari pertama pekan ini asing kembali net buy senilai US$ 63,5 juta atau sekitar Rp1,75 triliun, meski bila dihitung sepanjang Juni posisi asing masih jual bersih Rp3,66 triliun.

Beberapa broker asing sudah melemparkan proyeksi bullish untuk saham RI di antaranya JPMorgan dan HSBC.

Outlook pasar saham Indonesia akan membaik pada semester dua tahun ini, menyusul paket stimulus baru yang diharapkan bisa mengungkit belanja konsumen, menurut tim analis HSBC termasuk Herald van der Linde, dalam catatannya yang dilansir oleh Bloomberg News.

"FTSE Indonesia sudah pulih sepenuhnya dari kejatuhan sejak pengumuman tarif AS pada 2 April meski masih mencatat penurunan year-to-date. Walau ada penurunan laba, kami yakin prospek untuk semester dua tahun ini terlihat jauh lebih baik," kata Herald.

Proyeksi laba saham RI tahun 2025 telah dipangkas dari 8% pada awal tahun menjadi tinggal 2%. Namun, dengan pertumbuhan yang diekspektasikan meningkat pada separuh kedua tahun ini, "Kami pkir penurunan peringkat saham menjadi terlalu pesimistis," jelas analis HSBC.

Bank global yang berpusat di London, Inggris, itu mempertahankan rekomendasi 'overweight' untuk saham Indonesia dengan target IHSG pada akhir tahun di kisaran 6.870. Posisi itu berarti lebih rendah 4,5% dari posisi IHSG pada penutupan sesi pertama hari ini di 7.199.

JPMorgan juga memperkirakan, saham-saham Indonesia akan menyodorkan peluang perdagangan taktis dalam jangka pendek.

Executive Director JP Morgan Indonesia,Henry Wibowo saat Economic Outlook Bloomberg Technoz, Rabu (7/2/2024).Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Arus modal asing membaik selama Mei menghentikan tren tujuh bulan beruntun terjadi net outflow pemodal global, seiring dengan perbaikan kinerja rupiah, de-eskalasi tarif global dan perbaikan sentimen terhadap pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara, menurut analis JPMorgan Henry Wibowo dan Rajiv Batra dalam catatannya.

Para analis memperkirakan, gejolak pasar mungkin akan masih besar hingga akhir tahun. Kondisi fundamental emiten mungkin juga tetap lemah dengan kemungkinan revisi penurunan laba.

Para investor saham perlu mencermati beberapa katalis positif utama pada semester dua tahun ini di antaranya, peningkatan belanja pemerintah dalam rangka mendorong konsumsi domestik.

Lalu, pelaksanaan rencana reformasi BUMN oleh Danantara, juga investasi baru demi mendorong penanaman modal asing dan pertumbuhan ekonomi.

Belanja Pemerintah

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas berpandangan, minat para investor di pasar modal yang sudah tinggi untuk aset-aset Indonesia, kini menunggu kabar baik lebih lanjut dari pemerintah.

"Siaran pers APBNKita [laporan kinerja APBN] selanjutnya sudah harus menunjukkan belanja pemerintah menguat," kata Fakhrul.

Bila ekspektasi perbaikan ekonomi domestik terpenuhi, diawali dengan pemberian paket stimulus senilai Rp24,4 triliun, arus masuk modal asing ke pasar akan semakin membesar di tengah dinamika pasar global yang belum sepenuhnya bebas guncangan.

Bila arus masuk modal asing terus berlanjut, ditambah tren bearish dolar AS, rupiah berpeluang untuk melanjutkan penguatan hingga di bawah Rp16.000/US$. "IHSG juga bisa menguat ke level 7.750," kata Fakhrul.

Sinyal kebangkitan belanja pemerintah itu tercermin dari pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pekan lalu. Melansir media lokal, Menteri Tito mengizinkan seluruh pemerintah daerah kembali menggelar kegiatan hingga rapat di hotel dan restoran.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana).

Menteri Tito menyebutkan peluang paling besar untuk menggelar kegiatan dan rapat di hotel atau restoran hanya ada di daerah. Hal itu karena pemerintah pusat hanya memotong anggaran sebesar Rp 50 triliun untuk 552 daerah di Indonesia.

Sampai April lalu, APBN 2025 mencetak surplus pertama kali tahun ini, di tengah penerimaan yang merosot hingga double digit. Surplus keuangan negara mencapai Rp4,3 triliun. Penerimaan negara turun 12% dibanding April 2024. 

Namun, mencatat kenaikan Rp300 triliun dibanding posisi bulan Maret 2025. Sektor perpajakan menyumbang Rp657 triliun, sekitar 26,4% dari target. Sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp153,3 triliun, setara 29,8% dari target. 

Adapun belanja pemerintah pusat masih 20,2% dari target. Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp259,4 triliun atau 28,2% dari target.

Bunga Acuan

Selain menunggu kabar baik dari greget belanja pemerintah, serta paket stimulus yang diharapkan berdampak pada konsumsi domestik, pasar juga diliputi ekspektasi pemangkasan bunga acuan BI rate ke depan.

Hal itu diduga yang memicu besarnya nilai animo pasar dalam lelang sukuk negara (SBSN) yang digelar kemarin. Incoming bids di pasar perdana mencapai Rp36,89 triliun, naik 48,7% dibanding lelang sebelumnya, dan menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini.

Besarnya minat di pasar perdana SBSN kemungkinan didorong oleh aksi spekulasi pemangkasan BI rate minggu depan oleh sebagian investor, menurut analisis Mega Capital Sekuritas.

Namun, ekspektasi penurunan BI rate itu mungkin akan mudah patah bila data inflasi AS yang diumumkan nanti malam, angkanya lebih tinggi ketimbang prediksi pasar. 

"Bila inflasi inti CPI Amerika terakselerasi akibat tarif menjadi 0,35% atau lebih tinggi, maka  pemangkasan suku bunga BI akan menjadi sangat berisiko dengan potensi penguatan indeks dolar kembali ke level 100. Sebaliknya, bila angkanya lebih rendah dari 0,25%, maka BI berpeluang memangkas suku bunga lebih cepat memanfaatkan berlanjutnya sentimen bearish dolar AS," kata Lionel Priyadi, Fixed Income and Macro Strategist Mega Capital dalam catatannya.

Pada perdagangan tengah hari ini, rupiah bergerak stabil di kisaran Rp16.268/US$, ketika IHSG menutup sesi pertama di level 7.199, dan yield SUN 10 tahun bertahan di kisaran 6,748%.

(rui/aji)

No more pages