“Dan juga memberikan perhatian pada kelompok-kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem,”.
Rembuk Stunting hingga ke Tingkat Desa
Pemerintah daerah di Bali juga menggelar Rembuk Stunting, forum tahunan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kabupaten/kota hingga desa.
"Rembuk ini sangat penting karena pendekatannya bottom-up. Desa-desa juga dilibatkan untuk mengenali permasalahan unik mereka dan menyusun solusi yang paling relevan," ujar Asnawi.
Tak hanya itu, banyak kabupaten/kota di Bali yang memberikan insentif fiskal sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dalam menurunkan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Layanan Kesehatan Aktif dan Merata
Data SSGI 2024 menunjukkan sekitar 90% remaja putri di Bali menerima tablet tambah darah, dan hampir 80% telah melalui skrining status gizi.
Selain itu, posyandu-posyandu di Bali tergolong sangat aktif dan hidup. Dengan dukungan masyarakat yang solid dan adanya kohesi sosial yang tinggi, distribusi layanan gizi dan kesehatan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
"Kalau di Bali, menyampaikan layanan itu relatif lebih mudah karena struktur sosialnya mendukung. Sementara di beberapa daerah lain, tantangannya bisa berupa geografis, akses layanan, atau sumber daya manusia yang terbatas," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi.
(ain)































