Logo Bloomberg Technoz

Juni Nyaris Selalu Tak Ramah Bagi Rupiah, Tahun Ini Mungkin Juga

Redaksi
04 June 2025 13:57

Ilustrasi Rupiah. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Rupiah. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki Juni, rupiah menghadapi bulan yang menantang secara historis. Peningkatan permintaan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar menyusul kedatangan musim pembayaran dividen korporasi, berkelindan dengan jadwal pembayaran utang luar negeri pemerintah, dapat membebani pergerakan rupiah sepanjang bulan ini.

Di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi akibat perang dagang, konflik geopolitik, juga prospek kebijakan suku bunga acuan negara-negara besar, lanskap yang dihadapi oleh rupiah pada pertengahan tahun, sepertinya tidak akan mudah.

Menengok data, dalam kurun lima tahun terakhir setiap bulan Juni rupiah tidak pernah mencetak penguatan. Terakhir kali kinerja rupiah positif saat bulan Juni adalah pada Juni 2020.


Kala itu rupiah menguat 2,35% menyusul intervensi besar-besaran bank sentral serta perbaikan sentimen di pasar ketika pemerintah menggelontorkan stimulus besar-besaran demi menangkal dampak pandemi Covid-19 yang mematikan perekonomian.

Alhasil, bila mengeluarkan periode pandemi tersebut, praktis setiap bulan Juni, rupiah kesulitan mencetak kinerja positif. Juni tahun ini, kemungkinan ceritanya juga serupa untuk rupiah.