Perubahan ini disebut-sebut mencerminkan strategi Arab Saudi untuk memberi tekanan kepada negara anggota yang kelebihan produksi, seperti Kazakhstan dan Irak, sekaligus merebut kembali pangsa pasar yang hilang akibat persaingan dari produsen shale oil AS dan negara lain.
Pada April lalu, kelompok ini mengumumkan peningkatan pasokan sebesar 411.000 barel per hari untuk Mei — tiga kali lipat dari rencana awal.
Peningkatan pasokan ini sempat menekan harga minyak mentah ke level terendah dalam empat tahun, di bawah US$60 per barel. Volume peningkatan yang sama juga disepakati untuk bulan Juni.
Pada Jumat, sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal menyebutkan bahwa OPEC+ kini tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk menaikkan produksi lebih besar lagi pada Juli.
(bbn)




























