Logo Bloomberg Technoz

Arnault mengatakan sektor tersebut akan menghadapi konsekuensi yang “katastrofik” jika tarif di kedua negara dinaikkan. Ia menambahkan bahwa UE tampaknya meremehkan keseriusan krisis Cognac.

Arnault, yang telah mengenal Donald Trump sejak tahun 1980-an, mengatakan bahwa presiden AS tersebut terbuka untuk berdialog dan bahwa ancaman tidak akan membantu. Ia mengatakan sedang meminta bantuan dari jaringan kontaknya untuk mendukung proses negosiasi dagang dengan AS.

Arnault juga menolak seruan Presiden Prancis Emmanuel Macron agar menghentikan investasi di AS. “Tidak baik jika negara ikut campur dalam pengelolaan perusahaan swasta. Umumnya ini berakhir menjadi bencana,” katanya.

Prospek industri anggur dan minuman beralkohol kian suram sejak Trump bulan lalu memberlakukan tarif 10% atas impor dari UE, sambil menunda rencana tarif 20% hingga awal Juli. 

Inggris saat ini menghadapi tarif yang sama seperti UE, tetapi memiliki defisit perdagangan barang dengan AS, yang bisa menempatkannya dalam posisi lebih menguntungkan untuk bernegosiasi.

(bbn)

No more pages