Logo Bloomberg Technoz

“Kalau Anda berada di kubu yang percaya ekonomi akan mengalami stagflasi, data ini tidak mendukung teori tersebut,” ujar Jamie Cox dari Harris Financial Group. “Meski pertumbuhan melambat, tekanan inflasi tampaknya masih terkendali.”

Imbal hasil Treasury. (Sumber: Bloomberg)

Reli di pasar obligasi pada Kamis lalu membuat imbal hasil turun lebih dari 10 basis poin untuk surat utang bertenor dua hingga 10 tahun. Obligasi bertenor panjang sebelumnya sempat mengalami volatilitas akibat transaksi besar yang mendorong imbal hasil obligasi 30 tahun mendekati 5%. Indeks dolar AS tercatat melemah 0,2% pada Kamis.

“Berita buruk justru menjadi kabar baik bagi pasar obligasi,” kata Zachary Griffiths, kepala strategi makroekonomi dan obligasi investment-grade di CreditSights Inc, mengacu pada data produsen dan penjualan ritel yang mengindikasikan pelemahan ekonomi.

Di Asia, Presiden AS Donald Trump menyebut India telah mengajukan tawaran untuk menghapus tarif atas barang-barang AS. Langkah ini merupakan bagian dari upaya India untuk mencapai kesepakatan dagang demi menghindari kenaikan pajak impor. India merupakan salah satu negara pertama yang memulai negosiasi dagang dengan AS setelah kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Gedung Putih pada Februari lalu.

Sejumlah data penting dijadwalkan dirilis di kawasan Asia, termasuk produk domestik bruto (PDB) Jepang, Malaysia, dan Hong Kong, ekspektasi inflasi Selandia Baru, serta cadangan devisa internasional Thailand. Pejabat bank sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ), Toyoaki Nakamura, juga dijadwalkan berpidato hari ini.

Reli Saham

Pasar saham saat ini diperdagangkan seolah gejolak bulan lalu tak pernah terjadi. Indeks S&P 500 kini hanya sekitar 4% dari rekor tertingginya, sementara Nasdaq 100 sudah kembali ke wilayah pasar bullish setelah sempat jatuh ke zona bearish. Reli ini diperkuat oleh meredanya ketegangan ekonomi antara AS dan China serta sikap Gedung Putih yang tampaknya melunak dalam pendekatannya terhadap negosiasi perdagangan.

“Saya tidak ingin terlalu optimis, tapi sepertinya kita akan bisa fokus pada fundamental perusahaan untuk sementara waktu musim panas ini,” kata Lamar Villere, Manajer Portofolio di Villere & Co. “Kalau sebulan lalu Anda bilang bahwa indeks saham akan mencatatkan kenaikan saat anak-anak saya selesai ujian, saya pasti takkan percaya.”

Pergerakan S&P 500. (Sumber: Bloomberg)

Meski begitu, belum ada kejelasan mengenai bagaimana dampak tarif yang sudah ada akan mempengaruhi perekonomian AS maupun arah perang dagang global dalam beberapa bulan ke depan.

Deputi Gubernur The Fed, Michael Barr, mengatakan bahwa kondisi ekonomi AS saat ini masih solid. Namun, ia memperingatkan bahwa gangguan rantai pasok akibat tarif bisa menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, CEO JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon, menyatakan bahwa resesi masih menjadi kemungkinan, mengingat dampak lanjutan dari perang tarif terhadap perekonomian global.

“Mudah-mudahan kita bisa menghindarinya, tapi saya tak akan menutup kemungkinan itu sekarang,” ujar Dimon dalam wawancara dengan Bloomberg Television di Konferensi Pasar Global tahunan JPMorgan di Paris. “Kalaupun terjadi resesi, saya belum tahu seberapa parah atau lamanya.”

Wells Fargo Investment Institute memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi, kejelasan soal kebijakan tarif Trump, dan pertumbuhan laba perusahaan akan terus mendorong pasar saham hingga akhir tahun ini dan tahun depan.

Di pasar komoditas, harga minyak merosot setelah Trump mengatakan AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan terkait program nuklir Teheran. Sementara itu, harga emas naik pada Kamis.

(bbn)

No more pages