Logo Bloomberg Technoz

Dalam paparan tersebut, Bendahara Negara menjelaskan realisasi penerimaan pajak tercatat 14,7% dari target penerimaan pajak 2025. Dia juga membandingkan kinerja penerimaan pajak secara bulanan, yakni pada Maret dan Februari 2025 karena menganggap banyak pencapaian menarik pada dalam konotasi positif pada realisasi pajak Maret jika dibandingkan kinerja Februari.

"Banyak perkembangan menonjol pada Maret, sehingga kami sengaja meletakkan posisi akhir Februari untuk menujukkan perkembangan," tutur Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta, Rabu (30/4/2025).

Sebelumnya, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun membeberkan data kinerja penerimaan pajak hingga April 2025 yakni sebesar Rp451,1 triliun. Angka ini merosot 27,73% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Selain itu, penerimaan pajak bruto tercatat baru Rp627,54 triliun per April 2025. Angka ini terkontraksi 14,6% (yoy) bila dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pada periode yang sama, pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi tercatat Rp176,43 triliun atau tumbuh sebesar 59,47% (yoy).

Paparan data itu disampaikan oleh Misbakhun saat melakukan rapat dengar pendapat bersama dengan Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo pada hari ini, Rabu (7/5/2025).

"Jadi Bapak [Suryo] nanti cek laporan [penerimaan pajak hingga April 2025] sama dengan [data] di kantor [DJP]. Namun, tidak usah ditanya pak, saya dapat dari mana," ujar Misbakhun dalam RDP dengan Dirjen Pajak Kemenkeu, Rabu (7/5/2025).

Misbakhun tidak menjelaskan dengan lengkap sumber data penerimaan pajak hingga April 2025. Hal yang terang, Misbakhun mencari data tersebut karena data yang ditampilkan oleh Suryo hanya mencakup penerimaan pajak hingga Maret 2025.

(lav)

No more pages