Logo Bloomberg Technoz

Meski diklaim hanya digunakan untuk memerangi kejahatan serius dan terorisme, spyware ini justru kerap dikaitkan dengan penyalahgunaan oleh rezim otoriter terhadap jurnalis, aktivis, politisi, hingga keluarga kerajaan.

Selain ganti rugi utama, pengadilan juga memerintahkan NSO untuk membayar tambahan US$444.000 kepada Meta sebagai kompensasi lainnya.

NSO Group mengatakan akan "memeriksa secara hati-hati putusan ini dan menempuh jalur hukum yang sesuai, termasuk proses banding."

Kasus ini menjadi preseden karena untuk pertama kalinya pengembang spyware dimintai pertanggungjawaban hukum atas eksploitasi celah keamanan di platform digital.

Sekadar catatan, nama Pegasus semakin mencuat pada 2021 ketika bocoran daftar berisi 50.000 nomor telepon yang diduga menjadi target pengawasan menyebar ke media internasional. 

Dari daftar itu, ditemukan nomor milik pejabat tinggi dunia, eksekutif bisnis, jurnalis, aktivis, dan anggota keluarga kerajaan Arab. Termasuk di antaranya adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan keluarga Jamal Khashoggi, jurnalis Saudi yang dibunuh di Istanbul pada 2018.

Laporan dari Citizen Lab, kelompok investigasi yang berbasis di Kanada, bahkan mengklaim Pegasus telah menyusup ke perangkat milik pejabat Downing Street dan Kementerian Luar Negeri Inggris.

Secara tak langsung, kemenangan WhatsApp ini membuka peluang bagi perusahaan teknologi lain untuk menggugat NSO Group atas pelanggaran serupa di masa depan.

(wep)

No more pages